clara Tidak pernah aku sangka, bahwa saat seperti ini akhirnya tiba. saat dimana hanya aku dan kamu. saat dimana akhirnya aku merasakan hangatnya tanganmu, saat aku merasakan ketenangan pelukanmu dan saat bagaimana kamu membuatku tertawa lepas karena bualanmu. menurutku inilah jawaban dari penantianku atas dirimu. kenyamanan yang aku rasakan saat bersamamu jauh lebih nyaman dibanding aku diberikan fasilitas kamar selevel istana london. detik-detik disaat kamu katakan "aku harus pergi sekarang.." aku lihat matamu dalam-dalam, tapi tatapanmu kosong ke arahku. perasaanku buruk soal ini, tapi semoga hanya perasaan. ivan setelah saya mohon diri darinya dan memberikan pelukan terakhir untuknya. saya nyalakan mesin mobil dan meninggalkan dirinya yang menatapku cemas. saya yang awalnya mencoba mengajaknya masuk dalam permainan saya, tapi malah saya yang terjebak sendiri. saya semakin bingung untuk mengakhiri ketika saya sadar tatapannya yang tulus menatap say...