Skip to main content

Posts

SAYANGI TUBUH, LEWAT KULIT YANG SEHAT

Hadir di talkshow NIVEA hari Jumat lalu, banyak hal baru yang cukup menampar saya sebagai pribadi yang selama ini menganggap remeh sinar matahari dan kesehatan kulit sendiri. Saya ini termasuk tipe yang sangat cuek untuk menggunakan tabir surya setiap harinya, walaupun harus beraktivitas diluar ruangan . Padahal menggunakan tabir surya tetap penting digunakan untuk aktivitas di dalam ataupun di luar ruangan. Matahari adalah sumber daya alam paling  penting untuk tubuh kita. Kenapa? Selain vitamin D, sinar matahari membantu menstimulasi sistem kekebalan tubuh, memperkuat pernapasan, melancarkan aliran darah dan sirkulasi metabolisme tubuh kita. Tapi ternyata, jika tidak diimbangi dengan perlindungan kulit, sinar matahari bisa berdampak negatif. Kulit sebagai lapisan pertama di tubuh yang menerima sinar matahari langsung, perlu perlindungan tambahan agar tidak merusakan jaringan kulit yang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Semakin kita cuek untuk merawat kesehat...
Recent posts

Jangan Lupa Bahagia

Bahagia itu pilihan, Setiap apa dan bagaimana, disitulah ada bahagia. Bahagia itu bukan soal kaya dan miskin, Bukan soal lembur atau nganggur, Bukan soal sedikit atau banyak waktu Bukan soal dia presiden atau dia preman, Tapi soal bagaimana kita bahagia. Kita semua ini, cuma hidup satu kali, Kita hanya tahu ada sisa waktu 24 jam, 1 minggu, 1 bulan Entah jika bisa sampai 1 tahun, apalagi lebih, Bumi ini ada untuk kita merasakan bahagia,  Terang itu ada karna gelap, Kenyang itu ada karna lapar, Kentut itu ada karna sakit perut, Bahagia itu ada karna susah dan sedih Pertannyaannya, masih adakah bahagia yang sama di tempat abadi? Ada dimana kita, Seperti apa kita, Siapapun kita, "Jangan lupa bahagia" - Yan Furqon (nyos)

LOMBOK: LOVE & LAUGH

  Penantian rencana berbulan-bulan yang lalu, sejak kami dipertemukan di tempat ini . Berlibur, menginjakan kaki, dan menghirup udara di tanah timur. Kegelisahan akan rencana yang pasti tapi tidak pasti berganti menjadi letupan gairah bisa melepaskan diri sesaat dari hutan kota yang sesak. 18.20 - Tanah jawa yang mulai terlihat kecil dari atas langit sini. Lampu-lampu kota yang berkelap-kelip, melambaikan selamat jalan dan menitipkan salam untuk tanah timur. Akhirnya, perjalanan pertama dimulai, Lombok! Here we go.. Jamuan Ikan Bakar Kami beriringan menelusuri terusan jalan Motong Baan, Lombok Timur. Dua vespa menjadi andalan perjalanan pertama. Menjelang matahari terbenam, udara di sana semakin dingin. Kami melewati jalan kecil yang berkelok-kelok dan hamparan sawah hijau di kiri kanan kami.  Sampai di tempat yang dituju, motor kami parkir di kiri jalan samping sawah. Ada jalan setapak kecil dan pengairan kecil di kanan sawah, kami lewati jalan setapak itu....

Celoteh Plastik

Hai! Aku Plastik. Semua orang mengenal dan membutuhkan Aku. Berawal di abad 19 , orang-orang mulai  menggunakan aku dan menjadikan aku salah satu kebutuhan untuk alat keseharian. Aku memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah daripada serat, dan Aku mudah meleleh jika terkena panas. Tapi sifat ku yang elastis, ringan, dan murah membuat aku selalu menjadi pilihan pertama dibanding teman-teman ku yang lain (si Logam, si Besi, si Kaca, si Kayu, dan lain-lain). Memasuki abad 21, seiring dengan orang-orang yang bertambah dan semakin membutuhkan aku. 300 Juta ton setiap tahunnya aku diproduksi di seluruh dunia. 10 Miliyar setiap minggunya, aku digunakan di seluruh dunia. Jumlahku semakin banyak, aku menguasai dunia, padahal aku hanya sebuah Plastik.  Tapi aku sedih. Banyak orang-orang yang selalu membutuhkan aku, seakan mereka tidak bisa hidup tanpa aku. Namun, banyak juga orang-orang yang membenci aku, mencaci-maki aku. Menuntut aku untuk tidak...

Waisak 2013 dan Krisis Toleransi

Waisak tahun ini merupakan rekam jejak pertama saya melakukan perjalanan jauh sendiri. Jakarta - Jogja - Magelang - Jogja - Jakarta. Menghadiri perayaan besar umat Budha ini sudah menjadi resolusi saya di 2013. Perjalanan dimulai dengan kereta bisnis, bangku yg sedikit lebih baik dari ekonomi namun tak menghilangkan suasana ekonomi. Suasana ekonomi yang udara keluar masuk dari jendela yang seadanya, lapak koran untuk tidur di koridor, namun suasana merakyat yang masih kental: Tegur sapa antar penumpang, berbincang klasik, lalu tidur menikmati pemandangan malam. STASIUN TUGU, JOGJAKARTA Sekitar pukul 05.00 AM, akhirnya sampai juga di Jogja. Meregangkan badan sedikit, lalu mencari tempat duduk sambil menunggu matahari mengeluarkan sinarnya. 45 menit kemudian, saya memutuskan untuk berjalan-jalan sedikit ke sekitar jalan malioboro, merasakan udara pagi Jogja. Ada beberapa kelompok backpacker terlihat, mungkin mereka juga punya tujuan yang sama. Setelah jalanan maliobo...

Holi Hai Festival : Perayaan Penuh Warna

Tuhan menciptakan semesta dengan seluruh keindahannya, berpadu menjadi simponi warna yang penuh makna. Tawa dan tangis kami pun berbaur, membuat semuanya semakin hidup. Tapi kali ini bukan soal duka, namun soal perayaan - bersyukur - bahagia. Holi Hai Festival, sebuah perayaan besar dari saudara kita umat Hindu. Holi Hai sendiri perayaan tentang rasa syukur menyambut musim panas di akhir musim dingin. Perayaan ini diadakan bulan Februari / Maret dibawah sinar purnama atau biasanya mereka menyebut    Phalguna   Purnima   ( Full Moon ). Mengikuti jejak zaman, Holi Hai seperti menjadi inspirasi dunia sebagai simbol kebahagiaan, makanya ada kata Festival  dibelakangnya. Untuk istilah modernya, disebut juga Festival of Colours . Kenapa sebagai simbol kebahagiaan? Bagi saya perayaan ini mengajarkan tentang kebahagiaan yang bisa dirasakan bersama sebagai tali persaudaraan antar manusia. Tanpa melihat golongan manapun, semua orang diajak untuk bisa menikm...

Main untuk hidup, hidup untuk main

"Hidup itu main. Ketika main kita hidup. Tapi hidup bukan main-main. Jadi jangan main-main dengan kehidupan. Karena hidup adalah permainan tapi bukan untuk main-main" Kita adalah bagian dari waktu. Semua yang kita lakukan, tawa, sedih, senang, susah, semangat. Yang semua pada akhirnya menuju sebuah titik lelah. Tapi bukan lelah untuk hidup. Bagi saya, perjuangan dan kebahagiaan itu seperi siang dan malam. Di siang hari orang-orang diseluruh belahan dunia, mengadu, berjuang untik nasib mereka. Menghapiri masalah, lalu tinggal dengan solusi. Menjadi analis lalu berfikir kreatif. Dan semesta dengan keagunganya melukiskan langit yang mereka sebut, senja. Saat itu, oksigen dari nirwana turun ke bumi memberi ketenangan. Satu persatu bintang mulai muncul, begitupun dengan bulan yang tak mau kalah. Saya menyebutnya "waktu santai". Kami pun punya cara masing-masing untuk menikmatinya. Tapi pernahkah kalian merasa ketika seluruh badan kita bahkan sampai kebagian dalamny...