Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2009

HEBAT. . .

ketika saya merasakan diri saya hebat, ketika saya merasakan diri saya benar menurut apa yang sudah saya lakukan ketika saya bangga akan pandangan saya bahwa diri saya hebat, ketika saya bangga akan pandangan saya bahwa diri saya benar, tapi, bagaimana dengan yang orang lain rasakan dengan diri saya, bagaimana dengan yang orang lain pandang dari diri saya, sebagai orang yang "hebat" & "benar"?? ketika yang saya pikirkan tidak sejalan dengan kenyataan. semuanya berubah layaknya sinar gama. katanya, saya seperti orang yang becermin, yang tau apa yang harus saya lakukan, bahwa orang orang lain disekitar saya membutuhkan saya, bahwa ada yang bisa saya kerjakan di kala waktu luang saya, tapi, semuanya hanya cerminan biasa, saya adalah orang yang tau tapi tidak mau tau begitu katanya. saya ingin dipandang sebagai orang yang luar biasa. saya bisa melakukan apa yang orang lain tidak bisa lakukan. saya memilih apa yang menurut saya benar tapi menurut orang lain tidak. ta...

"Sweetest Conversation"

perbincangan termanis antar murid dan guru sekaligus orang tua yang luar biasa salam likum rara... rara rara: walaikum salam rara rara: pa dede Firszal nursabiq: kok belum tidur? rara rara: gk bisa tidur pa rara rara: pa dede lagi ngapain? Firszal nursabiq: emang lg mikirin apa? kayak orang tua aja ga bisa tidur rara rara: haha rara rara: tadi bangunnya kesiangan rara rara: jadi aja gk bisa tidur Firszal nursabiq: hehe saya jadi rindu ketawanya rara rara rara: yaa jangan gitu dnk pa rara rara: rara jadi pengen nangis nih Firszal nursabiq: kapan dong nangis lagi depan saya? rara rara: gk mau ahh pa, malu rara rara: hhe rara rara: pa dede ke jakarta dnk Firszal nursabiq: iya dong, sekarang kan udah gede rara rara: pa dede apa kabar? Firszal nursabiq: alhamdulillah, tadi siang adi ke smuth, ra.. kapan yah ke jkt? apa harus nunggu undangan dari rara dulu (kali) rara rara: rara udah ngundang kan tadi pa rara rara : zal pa dede mna rara rara: td dc Firszal nursabiq: udah sibuk lagi ra... ra...
"dialah satu-satunya anak yang saya cium kepalanya dengan perasaan sedih campur bangga, karena tegar menghadapi kenyataan hidup saat itu, dan itu sangat membekas di hati saya. wajahnya yang polos, menyiratkan kepasrahan total pada Yang Maha Kuasa, meski dia tau masa depannya dia pertaruhkan dengan harus mengurangi sedikit kesenangan masa remajanya dengan mengasuh adik yang dicintainya... sy bnr2 terharu wkt itu, ra.. ketahuilah, ra saat itu saya mau melakukan apa pun untuk mengembalikan kebahagiaannya " dari guru, orang tua yang luar biasa, yang saya banggakan. *terima kasih pa dede, hanya air mata yang bisa saya keluarkan, tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut saya, seakan akan tiada kalimat sempurna lagi untuk membalasnya.