Skip to main content

kasmaran



Tuk..tuk..tuk..
Bunyi detak jam yang membosankan, diiringi oleh suara orang yang sedang menyampaikan materi didepan papan tulis putih yang lebar. Walau bunyi detaknya membosankan, tapi berulang kali aku lirik bentuk lingkarannya itu dan aku harus menerima ternyata jarumnya berjalan lambat, kelas ini baru berjalan 5 menit.

Aku kembali memainkan pulpenku, mengadunya dengan meja, memasuki pelamunanku. Hingga tiba-tiba bunyi pintu kelas terbuka rusuh, memecahkan lamunanku. Berdiri didepan sana sesosok laki-laki yang terengah mengejar waktu, lalu memohon maaf atas keterlambatannya. Aku terpatung melihat sosoknya, senyumnya yang kearahku menyihirku menjadi patung, jiwaku melayang. Aku tersipu layaknya gadis kecil yang diberikan permen lolipop. Selalu dia duduk tepat dibelakangku, tak kuasa aku menahan rona yang mulai memerah di pipi ini, apalagi ketika mendengar suara seraknya menegurku, bertanya tentang materi hari itu.

Selayaknya remaja seumuranku, duduk berkelompok adalah ciri khas kami. walau aku sedang berada dalam keramaian teman-temanku, melihat wajahnya, mendengar tawa renyahnya selalu membuatku semakin terpesona dengannya."Kasmaran" begitu teman sedekadeku menyebutnys. Ya aku sedang kasmaran karenanya.

Tidak hentinya aku pamerkan senyum sumeringahku saat aku melangkah pulang, bahkan aku sangat menikmati macet dan padatnya kota ini. Hujan yang membasahi kaca angkot pun tidak membuatku kelabu. Bahagia yang hanya aku rasa. Seluruh semesta ini seperti mengalunkan sebuah musik cinta dan aku menari dibuatnya.

Sekian lama aku bernafas di dunia ini, tidak pernah aku rasakan kebahagiaan seperti yang aku rasakan sekarang. Aku rebahkan tubuhku ke kasur yang mulai merayuku untuk memejamkan mataku, mengiringi tidurku dengan mimpi indaaah....

*****
Suatu hari, saat aku sedang menikmati kesendirianku, aku menuju sebuah salah satu Mall mewah dikota ini. Aku berjalan mengitari tempat itu, mengujungi beberapa toko yang menarik perhatianku. Lalu aku mulai lelah dan memutuskan untuk duduk di sebuah restoran pancake, dan memesan pancake untuk mencairkan rasa gusar yang aku sendiri tidak tahu sebabnya. Saat aku memandang kosong kedepan, diantara keramain orang yang lalu-lalang di tempat itu, aku melihat seseorang, dia mengenakan polo shirt berwarna merah yang jelas aku kenal orang itu, dia berjalan kearahku, menyunggingkan senyum menawannya. Wow! ternyata dia, seseorang yang membuatku kasmaran. Aku mulai merasakan ketegangan yang melanda diriku. Akhirnya perbincangan aku dengannya mencairkan ketegangan ditubuhku, dan tidak aku sangka dia meminta kesediaanku menemaninya makan pinggiran diluar tempat itu. Tanpa pikir panjang aku meng-iyakan ajakannya. Lalu kami keluar, masih berbincang, dan penuh candaan didalamnya. Saat berjalan menuju tempat makan, tak jarang bahu kami beradu, ternyata tiada jarak lagi antara lengan ku dengan lengannya, sangat dekat. Hatiku kembali berseri. Ini seperti mimpi indah yang bewujud menjadi nyata.

Selesai menemaninya makan, kami kembali berjalan menuju tempat semula. Suasana disekelilingku seperti tidak sedang di kota yang padat dan bising. Lampu kota mengiringi langkah kami, bisingnya jalan raya mengiringi perbincangan kami, sampai aku rasakan tangannya menggenggam erat tanganku saat kami hendak menyebrang.Akupun tersipu. hangatnya genggamannya terus aku rasakan sampai dia mengantarku menuju bus kendaraanku untuk pulang. Malam itu berakhir dengan perbincangan perpisahan manis darinya. Lalu dia merangkul pinggangku dan mulai melepasnya perlahan saat aku hendak menaiki bus, kulambaikan tanganku kearahnya. 

Aku terduduk autis, senyum yang tidak hentinya merekah dari wajahku. Aku terus menekan tombol rewind dalam batinku, enggan untuk mengakhiri hari yang terlalu indah ini.

Comments

Popular posts from this blog

hanya ingin menulis

membaca tulisan orang membaca komentar orang memberikan saya banyak makna akhirnya timbul gejolak-gejolak dalam hati dan butuh tempat untuk menuangkan semuanya tidak peduli apa kata orang karena saya hanya ingin menulis

SAYANGI TUBUH, LEWAT KULIT YANG SEHAT

Hadir di talkshow NIVEA hari Jumat lalu, banyak hal baru yang cukup menampar saya sebagai pribadi yang selama ini menganggap remeh sinar matahari dan kesehatan kulit sendiri. Saya ini termasuk tipe yang sangat cuek untuk menggunakan tabir surya setiap harinya, walaupun harus beraktivitas diluar ruangan . Padahal menggunakan tabir surya tetap penting digunakan untuk aktivitas di dalam ataupun di luar ruangan. Matahari adalah sumber daya alam paling  penting untuk tubuh kita. Kenapa? Selain vitamin D, sinar matahari membantu menstimulasi sistem kekebalan tubuh, memperkuat pernapasan, melancarkan aliran darah dan sirkulasi metabolisme tubuh kita. Tapi ternyata, jika tidak diimbangi dengan perlindungan kulit, sinar matahari bisa berdampak negatif. Kulit sebagai lapisan pertama di tubuh yang menerima sinar matahari langsung, perlu perlindungan tambahan agar tidak merusakan jaringan kulit yang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Semakin kita cuek untuk merawat kesehat...

saint loco-santai saja

Mungkin kau kecewa Semua datang yang tak kau minta Namun ini semua kenyataan kita Waktu kita lelah dalam menjalani Semua macam kisah dalam hidup ini Kadang kita lemah hanya mampu untuk pasrah Saat kenyataan ga sejalan dengan harapan Saat keyakinan hilang dalam kepahitan Tetaplah tabah setidaknya kau mencoba Menjadi lebih baik dalam jalani hidup ini Janganlah resah tiada waktu menjawabnya Kau harus bersabar Semua indah pada waktunya Santai saja kawan Ikuti kata hati biarkan sedihmu berlalu Kau pasti bisa Menjadi suatu hari dengan pagi yang baru Tenang saja kawan Hadapilah semua Kau harus bersabar Semua indah pada waktunya Santai saja kawan Ikuti kata hati biarkan sedihmu berlalu Kau pasti bisa Menjadi suatu hari dengan pagi yang baru Tenang saja kawan Hadapilah semua