Sebagai remaja, aku adalah seorang yang gadis yang sudah cukup banyak mengenal laki-laki. Aku memang mengakui sebagian besar dari mereka bisa dibilang brengsek. Tapi kalian tahu, hanya satu laki-laki yang aku kenal, yang aku sangat tahu dia sangat tulus menyayangiku dan jika dia menyakitiku, aku tahu itu semua karena dia sayang padaku. Laki-laki itulah ayahku. Laki-laki pertama yang aku sayangi dan akan selalu paling aku sayangi sebelum kelak aku mengenal laki-laki lain sebagai pendampingku.
Banyak cerita yang membuat karakter seorang ayah itu galak, nyeremin, nyebelin, nggak gaul, sibuk dalan karakter negatif lainnya. Tapi nyatanya Ayah yang sebenarnya yaitu ayahku adalah, galak tapi penyayang, nyeremin tapi perhatian, nyebelin tapi membanggakan. Sangat wajar jika seorang ayah itu galak, nyebelin, nyeremin karena dia adalah laki-laki, karena dia adalah pelindung.
Aku terlalu kagum dengan sosok seorang Ayah. ingin diri ini seperti dirinya, menjadi laki-laki pelindung dan bertanggung jawab. Kalian tahu kenapa aku ingin seperti dirinya?
Menurutku, ayah adalah seseorang yang memiliki banyak tanggung jawab dan Seorang ayah adalah Manusia super. Dengan memiliki banyak tanggung jawab, bisa mengakibatkan banyak pikiran, cepat lelah, bahkan melamun. Tapi seorang ayah, sebanyak apapun pikirannya, sebanyak apapun tanggung jawab ataupun masalahnya, dia enggan untuk terlalu menunjukkan kepada anaknya. Melihat anak-anaknya bahagia dan sukses adalah percikan semangat untuknya. Sebanyak apapun tanggung jawab ataupun masalahnya dia adalah Penenang dikala anaknya gusar dengan masa transisi menuju kedewasaannya. Ayah pasti punya cara yang unik, cara seorang laki-laki untuk membangun sebuah prisai kuat untuk anak-anaknya agar lebih mandiri. Sebanyak apapun pikirannya, dia selalu siap menjadi pendengar yang baik ketika anaknya mulai menemukan pengalaman dalam kehidupannya, lalu dibumbui dengan nasehat sempurna nan manjur darinya.
Bagaimana cara seorang ayah, membagi waktu, perasaan, pikiran untuk anak-anaknya adalah hal yang sangat istemewa bagiku dan aku masih menduga-duga bagaimana caranya. Ayahku adalah segala-galanya, bukan karena dia adalah orang tua satu-satunya yang aku miliki sekarang, tapi karena anak-anaknyapun juga segala-galanya untuk nya. Seberapa kalipun tangisan keluar saat aku kecil dulu, seberapa kalipun aku terjatuh, seberapa kalipun aku mengecewakannya. Hanya ayahku dan hanya ayahku orang yang selalu mengusap tangisku dengan jiwa ksatrianya, hanya ayahku yang tak lelah untuk membangunkanku disaat aku jatuh, dan hanya ayahku yang tidak akan pernah segan mengingatkanku untuk selalu menjadi manusia yang lebih baik. Terkadang aku rindu dengan ayahku karena kedekatan yang lebih dekat waktu aku masih kecil dulu. Selalu teringat gambar kecilku yang memeluk ayahku dari belakang, lalu kami pun tersenyum bahagia.
Terimakasih Ayah :)
Comments