Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2009

cipratan bencana-3

# 3 efek rumah kaca-tubuhmu membiru,...tragis "...ku lihat engkau terkulai tubuhmu membiru,...tragis perihmu yang menganga, tak hentinya bertanya hidup tak selamanya linear, tubuh tak selamanya tersier" 27 maret 2009, tragedi yang serupa terulang lagi daerah situ gitung menjadi pusat perhatian saat ini ratusan nyawa menjadi korban, ratusan orang kehilangan tempat tinggal, puluhan orang kehilangan anggota keluarga, air mata yang mengalir tak mengubah apa apa cipratan bencana yang kurasakan tidak ada apa apanya dibanding mereka entah harus dimulai dari mana jika memang ini bukan sebuah akhir perubahan yang dibuat masih gagal, karena peringatan dari-Nya terus datang mata manusia kami masih buta untuk melihat lubang yang tertutup, yang jika lubang itu terbuka nanti akan membawa perubahan besar turut berduka cita yang sedalam dalamnya, untuk korban situ gintung dan keluarga yang ditinggalkan,semoga arwah-arwahnya di terima di sisi Allah SWT dan semoga dimudahkan jalan bagi mereka ...

cipratan bencana-2

#2 hujan jangan marah-efek rumah kaca "lihatkah?aku pucat pasi, sembilu hisapi jemari setiap ku peluk dan menangisi hijau pucatnya cemara yang sedih aku letih dengarkah? jantungku menyerah, terbelah di tanah yang merah gelisah dan hanya suka bertanya pada musim kering melemah dan melemah hujan, hujan jangan marah..." ketika ku mulai menunggu waktu, menghitung tiap detik dan menitnya. menunggu surutnya air yang lamban aku mulai melupakan bagian lain dari duniaku petir mengagetkan ku, menyadarkan ku tapi tidak ada yang ajaib setelah itu yang kulihat hanya langit yang sendu dan awan yang kelabu angin yang ribut pun merubah kesenduan menjadi mengerikan hujan pun tidak turun dengan damai kali ini angin dan hujan membuat satu kekuatan besar gelisah dan hanya suka bertanya pada musim kering khawatir hujan ini membuat musibah baru, belum selesai harapan ku agar air surut, malah menyiutkan nyaliku hujan, hujan jangan marah

cipratan bencana-1

#1 efek rumah kaca - kamar gelap "...padam semua lampu, semua lampu membekukan yang cair mencairkan yang beku jangan kabur berjamur segala negatif menuju positif" di malam itu.. aku duduk pasrah sambil memandangi air dibawah kakiku. air berwarna coklat, kotor, diatasnya banyak sampah yang mengapung atau mungkin kotoran manusia pun ikut mengapung, asal jangan manusia yang mengapung. padam semua lampu , tidak ada cahaya, suram. suara mesin diesel menggelagar di tengah kesuraman, tapi membuat cahaya dirumahku hidup, menyimpan sedikit harapan disana. terdengar sedikit keramaian dari kejauhan yang semakin mendekat, ternyata sekelompok orang orang gagah yang mendayung, mendorong barang yang terbuat dari karet, menyelamatkan nyawa manusia atau membawa makanan untuk kami yang lapar di kegelapan. segala negatif menuju positif .