Kata orang bahagia itu hanya sesaat. Katanya lagi sebagian besar dalam hidup ini adalah derita. Teori kehidupan tentang "bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian" telah merangkum derita dan bahagia itu sendiri. Bahwa mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menerima bahwa derita dan bahagia itu saudara walau beda makna. Seperti kejahatan dan kebaikan, Besar dan Kecil, Terang dan Gelap, dan sebagainya. Saya baru sadar, bahwa Tuhan juga yang menciptakan itu semua agar manusia bisa memilih. Ketika kenangan yang mungkin dulunya penuh dengan derita dan perjuangan, menjadi kebahagiaan tersendiri ketika semua itu diangkat kembali bersama orang-orang yang terlibat didalamnya. Hanya sebuah tawa puas yang menghiasi obrolan-obrolan lama itu. Kembali mengantarkan kami pada era putih abu-abu. Celetukan-celetukan seperti "Jadi urang kudu balik deui kitu ka SMA" atau "Yuk ah balik lagi ke SMA aja lah". Satu moment untuk kembali berkumpul, sejenak berhent...