Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2011

kepada seseorang

Kepada seseorang yang selalu kuinginkan untuk dimiliki. Kepada seseorang yang selalu membuatku tersenyum dikala sendu ku Kepada seseorang yang selalu aku anggap ada… ***** Entah apa ini. mungkin aku terlalu sibuk membangun duniaku. Berkhayal, bermimpi, dan berharap tentangmu. Tentang aku dan kamu. Aku terlalu asik menanggapi perasaanku, yang selalu bahagia ketika mendapat pesan darimu. Aku terlalu menikmati alur pembicaraan kita, yang selalu membuatku berseri selayaknya orang jatuh cinta. Sampai ketika hari itu tiba, hari yang selama ini aku khayalkan. Yaitu hari dimana kamu menyapa perasaanku, memintanya untuk menjadi pasanganmu dengan ikatan yang disebut “pacar”. Lucunya   kamu kembali mencoba mengabaikan dan membuatnya hening, dengan jawaban yang selalu singkat saat aku membalas sapamu, yang saat itu aku tahu kamu ingin menarik kembali sapaanmu. aku tau kamu menyesal. Tapi tenang aku tau apa yang harus aku jawab. Pada kasus ini, aku bingung kepada sia...

malam itu.. surga kah?

Tubuhku bergoyang mengikuti detaknya, Kali ini bukan detak jantung, Tetapi alunan nada yang berdetak, Lalu berdentum membawa raga ini entah kemana. Aku menikmatinya, memejamkan mata sesekali sambil bergoyang. Mengangkat tangan, meminum minuman yang terasa pahit dilidah, dan panas ditenggorokkan, Lalu ku hapus pergi bersama asap dari batangan yang aku bakar. Aku bahagia walau sesaat. Aku merayakan hari sialku, Bukan untuk lari ataupun melupakan. Aku hanya terjebak pada kotak labirin kehidupan, Aku hanya bingung dan lelah. **** Mataku menyipit, masih terasa pusing dan melayang. irama detakannya masih terngiang. AH! ternyata aku terbangun pada waktu lain, hari baru, dan si masalah masih menungguku untuk diselesaikan. Sial! aku tau semalam itu bukan surga, Lalu apa surga itu? Harus hidup dengan masalahkah? Atau syarat masuk surga harus melewati banyak masalah dulu?