Kepada seseorang yang selalu kuinginkan untuk dimiliki. Kepada seseorang yang selalu membuatku tersenyum dikala sendu ku Kepada seseorang yang selalu aku anggap ada… ***** Entah apa ini. mungkin aku terlalu sibuk membangun duniaku. Berkhayal, bermimpi, dan berharap tentangmu. Tentang aku dan kamu. Aku terlalu asik menanggapi perasaanku, yang selalu bahagia ketika mendapat pesan darimu. Aku terlalu menikmati alur pembicaraan kita, yang selalu membuatku berseri selayaknya orang jatuh cinta. Sampai ketika hari itu tiba, hari yang selama ini aku khayalkan. Yaitu hari dimana kamu menyapa perasaanku, memintanya untuk menjadi pasanganmu dengan ikatan yang disebut “pacar”. Lucunya kamu kembali mencoba mengabaikan dan membuatnya hening, dengan jawaban yang selalu singkat saat aku membalas sapamu, yang saat itu aku tahu kamu ingin menarik kembali sapaanmu. aku tau kamu menyesal. Tapi tenang aku tau apa yang harus aku jawab. Pada kasus ini, aku bingung kepada sia...