Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2010

aku dan lingkungan yang juga salah

hampir 18 tahun aku tinggal dilingkungan yang jika siang orang orang itu tidur, jika malam orang orang itu bangun, mencari nafkah katanya. ibuku selalu berpesan, jangan nodai dirimu hanya karena uang. dari kecil aku disekolahkan ibu di madrasah, agar bisa menjaga diri katanya. jika aku sedang bosan dirumah, aku keluar menengok dunia lingkungan rumah ku, aku duduk diwarung kopi, asap rokok mengepul di warung kopi itu, aku hanya makan bubur ketan hitam dan ditemani segelas teh hangat, sambil menjadi perokok pasif. sebenarnya aku sangat benci rokok, aku selalu menegur teman teman ku yang merokok, tapi kali ini tidak, aku membiarkannya, dan melihat orang orang itu menikmatinya. suara musik dangdut mulai disetel, orang orang mulai berdatangan, menikmati musik dangdut, berjoget, berpasangan. aku mulai tidak nyaman, aku pergi meninggalkan warung kopi itu, dan pulang kerumah. hmmmm seluruh badanku bau rokok, aku segera mandi dan ganti baju lalu pergi tidur. ketika aku duduk di sekolah meningka...

Target dan Waktu

saat ini aku mulai sadar, seberapa pentingnya target dalam hidup ini. dari kecil, orang tuaku sudah menyusun target untukku bahwa aku harus sekolah TK umur 4 tahun, masuk SD 6 tahun, masuk SMP 13 tahun, SMA 17 tahun, kuliah 22 tahun. ketika aku mengenal sekolah disitulah aku mengenal perjuangan, aku harus tau bagaimana caranya agar aku mencapai semua nilai nilai ku hingga aku naik kelas, lalu aku lulus, setelah itu menjadi berhasil. tapi proses menuju target itu, bagaimana tergantung aku menjalankannya, bagaimana aku menerimanya. ketika aku mengenal target, aku seperti harus mengejar waktu, cape memang, tapi mengejar waktu itu lebih baik daripada dikejar oleh waktu. semakin dikejar semakin panik. aku selalu diingatkan oleh kalimat "menunda waktu sama dengan menunda keberhasilan" dan "orang yang naik panggung tanpa persiapan, akan mendapat hasil yang sia sia". awalnya aku menganggap remeh dengan orang orang yang setiap bulannya membuat kalender, lalu diisi oleh merek...

dulu dan hari ini

Beberapa ribu tahun yang lalu dan beberapa ribu tahun kemudian Hidup ini seperti roda, katanya apa yang terjadi dulu, terjadi lagi hari ini Dulu membersihkan gigi dengan siwak, hari membersihkan gigi dengan sikat gigi dan odol Dulu menulis menggunakan bulu, tinta dan pelepah kurma, hari ini menulis menggunakan pulpen dan kertas Dulu mengirim pesan menggunakan burung dara, hari mengirim pesan dapat melalui media komunikasi Dulu untuk pergi jauh masih menggunakan unta / gajah, hari ini sudah ada pesawat, kapal, mobil dan lain lain Dulu perang menggunakan busur panah / pedang, hari ini perang menggunakan senjata berapi Dulu sudah ada kaum homoseksual, hari ini ada kaum biseksual Dulu sudah ada pembunuhan bayi yang baru lahir , hari ini yang masih janin pun sudah d bunuh Dulu sudah ada perzinahan, hari ini perzinahan seperti bukan hal yang aneh, dari anak kecil, sampe orang orang tua pun sudah bisa berzinah Dulu sudah pernah terjadi banjir bandang, hari ini terjadi lagi banjir wasior Dulu...

penyesalan tak terhingga

Saat itu aku adalah seorang siswa SMA di salah satu sekolah swasta di Bandung. Banyak orang bertanya "kenapa ambil SMA di bandung?", hanya dengan senyuman aku menjawab pertanyaan mereka. 3 tahun aku harus pisah dengan orang tua, dan kedua adikku di jakarta. hidup mandiri di bandung, menjadi anak kosan. Sangat kunikmati setiap harinya aku berada disana, sampai akhirnya aku menemukan kenyamanan disana. Mulai akhir kelas 3, aku sudah mulai jarang pulang ke jakarta mengunjungi keluargaku disana. Selain aku harus mulai fokus dengan ujian akhir, aku ingin menghabiskan waktu ku di bandung, karena aku tau pasti aku akan jarang kebandung jika aku kuliah nanti. Sampai akhirnya setelah beberapa minggu ujian akhir nasional selesai, ibu memintaku pulang. Aku bilang padanya, aku akan pulang hari jum'at malam. Rencananya ketika aku pulang nanti aku ingin membicarakan hari perpisahan ku nanti. Aku ingin ibu yang memoles wajahku di hari itu. Pada hari kamisnya ibu mengirim pesan ...

last poem for forever

20 puluh tahun sudah aku berada dibumi ini,18 tahun aku merasakan kasih sayang seorang ibu bersama dua adikku, lalu 2 tahun nya lagi aku mulai belajar untuk belajar menjadi sosok perempuan untuk mengurus kedua adikku dan ayahku. selama 18 belas tahun, ibuku selalu berkata "kamu harus bernasib lebih baik, daripada ibu dulu, ibu sama ayah mau ngelakuin apa aja yang bisa biki kakak bahagia". ibu ku adalah sosok wanita yang kuat, beliau adalah seorang wanita, tapi dia bisa memopang pondasi keluarga kami, (karena kebetulan ayahku di PHK ketika negri ini mengalami krimon). orang tua ku adalah orang tua yang kuat, kuat karena ada cinta diantara mereka, mereka membangun keluarga ini dengan cinta. aku sangat mengagumi sosok ibu ku, dia memberikanku pesan "kamu harus cari laki laki seperti ayah". tanggal 24 mei 2008 adalah hari ulang tahun ayahku. 30 mei 2008, tuhan memanggil ibuku karena kecelakaan yang dialami beliau sehari sebelumnya. saat hari ulang tahun ayahku, be...

proses hidup, hidup itu keras!

ketika saya nonton salah satu acara talkshow malami ini, yang kebetulan bintang tamunya adalah dick doang, dia berkata disana "hidup itu keras,bahkan air pun merasakan kerasnya hidup ini" tapi kapan ya kita sadar bahwa hidup ini keras? dulu ketika saya masih kecil, jika saya menginginkan sesuatu, sesuatu itu harus diwujudkan, jika tidak saya menangis,ya walaupun tidak semuanya bisa terwujudkan dengan tangisan, tapi ya begitulah anak kecil. jika menjadi anak kecil, kita tidak akan pernah bisa mengambil keputusan, segalanya masih diawasi, itu gk boleh, ini bahaya, terlalu banyak peringatan. tapi saya terus tumbuh, hingga saya mengenal tugas sekolah. saya terus tumbuh, hingga saya mengenal persahabatan. dan saya terus tumbuh, hingga saya mengenal cinta. orang bilang masa masa seorang manusia mengenal sesuatu adalah masa masa labil. mungkin dulu saya labil, tapi sekarang saya bisa menilai juga manusia yang sedang labil. di masa ini, saya mulai belajar mengambil keputusan, mulai b...