Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Waisak 2013 dan Krisis Toleransi

Waisak tahun ini merupakan rekam jejak pertama saya melakukan perjalanan jauh sendiri. Jakarta - Jogja - Magelang - Jogja - Jakarta. Menghadiri perayaan besar umat Budha ini sudah menjadi resolusi saya di 2013. Perjalanan dimulai dengan kereta bisnis, bangku yg sedikit lebih baik dari ekonomi namun tak menghilangkan suasana ekonomi. Suasana ekonomi yang udara keluar masuk dari jendela yang seadanya, lapak koran untuk tidur di koridor, namun suasana merakyat yang masih kental: Tegur sapa antar penumpang, berbincang klasik, lalu tidur menikmati pemandangan malam. STASIUN TUGU, JOGJAKARTA Sekitar pukul 05.00 AM, akhirnya sampai juga di Jogja. Meregangkan badan sedikit, lalu mencari tempat duduk sambil menunggu matahari mengeluarkan sinarnya. 45 menit kemudian, saya memutuskan untuk berjalan-jalan sedikit ke sekitar jalan malioboro, merasakan udara pagi Jogja. Ada beberapa kelompok backpacker terlihat, mungkin mereka juga punya tujuan yang sama. Setelah jalanan maliobo...

Holi Hai Festival : Perayaan Penuh Warna

Tuhan menciptakan semesta dengan seluruh keindahannya, berpadu menjadi simponi warna yang penuh makna. Tawa dan tangis kami pun berbaur, membuat semuanya semakin hidup. Tapi kali ini bukan soal duka, namun soal perayaan - bersyukur - bahagia. Holi Hai Festival, sebuah perayaan besar dari saudara kita umat Hindu. Holi Hai sendiri perayaan tentang rasa syukur menyambut musim panas di akhir musim dingin. Perayaan ini diadakan bulan Februari / Maret dibawah sinar purnama atau biasanya mereka menyebut    Phalguna   Purnima   ( Full Moon ). Mengikuti jejak zaman, Holi Hai seperti menjadi inspirasi dunia sebagai simbol kebahagiaan, makanya ada kata Festival  dibelakangnya. Untuk istilah modernya, disebut juga Festival of Colours . Kenapa sebagai simbol kebahagiaan? Bagi saya perayaan ini mengajarkan tentang kebahagiaan yang bisa dirasakan bersama sebagai tali persaudaraan antar manusia. Tanpa melihat golongan manapun, semua orang diajak untuk bisa menikm...

Main untuk hidup, hidup untuk main

"Hidup itu main. Ketika main kita hidup. Tapi hidup bukan main-main. Jadi jangan main-main dengan kehidupan. Karena hidup adalah permainan tapi bukan untuk main-main" Kita adalah bagian dari waktu. Semua yang kita lakukan, tawa, sedih, senang, susah, semangat. Yang semua pada akhirnya menuju sebuah titik lelah. Tapi bukan lelah untuk hidup. Bagi saya, perjuangan dan kebahagiaan itu seperi siang dan malam. Di siang hari orang-orang diseluruh belahan dunia, mengadu, berjuang untik nasib mereka. Menghapiri masalah, lalu tinggal dengan solusi. Menjadi analis lalu berfikir kreatif. Dan semesta dengan keagunganya melukiskan langit yang mereka sebut, senja. Saat itu, oksigen dari nirwana turun ke bumi memberi ketenangan. Satu persatu bintang mulai muncul, begitupun dengan bulan yang tak mau kalah. Saya menyebutnya "waktu santai". Kami pun punya cara masing-masing untuk menikmatinya. Tapi pernahkah kalian merasa ketika seluruh badan kita bahkan sampai kebagian dalamny...