Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2011

karma

clara Tidak pernah aku sangka, bahwa saat seperti ini akhirnya tiba. saat dimana hanya aku dan kamu. saat dimana akhirnya aku merasakan hangatnya  tanganmu, saat aku merasakan ketenangan pelukanmu dan saat bagaimana kamu membuatku tertawa lepas karena bualanmu. menurutku inilah jawaban dari penantianku atas dirimu. kenyamanan yang aku rasakan saat bersamamu jauh lebih nyaman dibanding aku diberikan fasilitas kamar selevel istana london. detik-detik disaat kamu katakan "aku harus pergi sekarang.." aku lihat matamu dalam-dalam, tapi tatapanmu kosong ke arahku. perasaanku buruk soal ini, tapi semoga hanya perasaan. ivan setelah saya mohon diri darinya dan memberikan pelukan terakhir untuknya. saya nyalakan mesin mobil dan meninggalkan dirinya yang menatapku cemas. saya yang awalnya mencoba mengajaknya masuk dalam permainan saya, tapi malah saya yang terjebak sendiri. saya semakin bingung untuk mengakhiri ketika saya sadar tatapannya yang tulus menatap say...

Janjiku

Jam 5 sore, di kota yang padat ini aku gas kencang motorku, aku salip setiap celah untuk aku lewati, aku gas dengan ganas setiap ada kendaraan yang berjalan lambat, aku pasang volume musik level  tinggi, lalu berteriak-teriak aku dijalan sesuai lagu yang berputar. Peduli setan jika aku terlihat seperti orang gila, aku tahu banyak lirikan aneh padaku. Untuk ukuran jalanan yang padat hanya orang tuli dan bos-bos dimobil berlapis kaca film yang tidak dengar teriakanku. Hatiku sedang membara, jiwaku sedang liar. Tidak pernah aku sekesal ini, bukan karena orang lain, tapi aku kesal pada aku. Ya diriku sendiri. Aku  ini laki-laki berjiwa brengsek tadinya, tapi sial ada perempuan yang aku tahu dia sama brengseknya dengan ku, telah menyulapku menjadi laki-laki pengemis cinta. Aku selalu menjadi tidak berdaya karenanya. Seberapa sering pun dia membuatku kesal, seberapa sering pun dia membuatku jengkel, herannya aku selalu menanti pesan darinya, aku selalu menanti teleponku berderi...

SUPERDad

Sebagai remaja, aku adalah seorang yang gadis yang sudah cukup banyak mengenal laki-laki. Aku memang mengakui sebagian besar dari mereka bisa dibilang brengsek . Tapi kalian tahu, hanya satu laki-laki yang aku kenal, yang aku sangat tahu dia sangat tulus menyayangiku dan jika dia menyakitiku, aku tahu itu semua karena dia sayang padaku. Laki-laki itulah ayahku. Laki-laki pertama yang aku sayangi dan akan selalu paling aku sayangi sebelum kelak aku mengenal laki-laki lain sebagai pendampingku. Banyak cerita yang membuat karakter seorang ayah itu galak, nyeremin, nyebelin, nggak gaul, sibuk dalan karakter negatif lainnya. Tapi nyatanya Ayah yang sebenarnya yaitu ayahku adalah, galak tapi penyayang, nyeremin tapi perhatian, nyebelin tapi membanggakan. Sangat wajar jika seorang ayah itu galak, nyebelin, nyeremin karena dia adalah laki-laki, karena dia adalah pelindung. Aku terlalu kagum dengan sosok seorang Ayah. ingin diri ini seperti dirinya, menjadi laki-laki pelindung dan bert...

Rindu Masa Kecilku

Sejenak aku rebahkan tubuhku diatas alas empuk dikamarku. Melepaskan kelelahan hidup ini, sambil menghirup udara normal setelah semua ketidak normalan seharian ini. Sejak dulu salah satu sisi kamarku dengan sengaja aku penuhi dengan gambar memori kehidupan ku. Sudah lama aku tidak menengok gambar-gambar itu , sejak aku mulai mengenal kehidupan yang tidak normal ini. Kehidupan normal disini maksudku hidupku bebas tanpa harus memikirkan waktu yang membatasiku dan waktu yang tetap diam tenang berputar, tidak seperti sekarang yang tidak hentinya mengejarku. Aku dudukan tubuhku, sebelum aku jatuh dalam perebahannya. Ingin sekali aku memandangi diriku dan beberapa orang penting didalamnya didalam sebuah gambar yang aku cetak, karena tidak mau aku melupakan semua kenangan dikala bebasku dulu. Satu-persatu aku pandangi, tersenyum-senyum sendiri melihatnya sambil mengingat kembali kejadian waktu dulu. Sampai akhirnya pandanganku terhenti pada satu foto yang warnanya mulai pudar, gambar dir...

Dua Hati

siapa yang ingin seperti saya? saya mengerti sekali rasanya mencintai dan dicintai berulangkali saya berusaha keluar dari belenggu ini memilih salah satu diantara mereka yang terkasih menyakiti dua orang yang paling saya kasihi, bukanlah saya entah setan apa yang merasuki raga ini yang saya tahu hanya nyaman dan nikmat bagaimana saya bisa meninggalkan pasangan sesama saya dia menyayangi saya selayaknya pasangan pada umumnya, begitupun saya? banyak orang yang melirik aneh terhadap kami lantas kenapa jika saya dengannya tidak senormal orang-orang yang melirik aneh terhadap kami? apa bedanya perasaan saya dengan kalian? apa ada sebutan lain untuk kami tentang cinta? siapa yang layak mengadili ketidak adilan ini? yang jelas bukan kalian! siapa yang ingin seperti saya? saya yang tidak rela melihatnya sendu, senyum indah dari bibirnya yang menawan, rambut hitam lurus, terjatuh lemas menghiasi wajah manisnya, tubuhnya yang seperti gitar, melengkung seksi. dialah bidadari ...

love is a game?

Aku adalah seorang gadis remaja yang sehari-harinya berada di pergaulan laki-laki. Ya sebagian besar dari temanku adalah laki-laki. Bukan, bukannya aku tidak punya teman perempuan, tapi ketika aku berada di lingkungan lawan jenis, itu sangat terasa berbeda. Tak jarang aku menjadi perempuan " brengsek " karena itulah hasil dari aku yang bergaul dengan sebagian besar laki-laki. Tawa-tiwi duniawi yang keindahannya tidak ada janji abadi terhadap itu, aku tahu ini hanya sesaat.Tapi biarlah aku menulis dalam sejarah kehidupan ku "pernah menjadi wanita brengsek " Kalian tahu, kenapa beberapa kali aku menyebut kata brengsek ? Karena laki-laki tidak akan pusing jika ada wanita yang mereka incar menolak,  mereka punya segudang cadangan wanita lainnya. Kebetulan aku berada dilingkungan laki-laki yang mengerti bagaimana meluluhkan hati perempuan pujangga cinta.Tapi satu hal yang harus kalian tau, mereka mungkin brengsek , tapi mereka tahu cara bermain hati dengan wanita ta...

kasmaran

Tuk..tuk..tuk.. Bunyi detak jam yang membosankan, diiringi oleh suara orang yang sedang menyampaikan materi didepan papan tulis putih yang lebar. Walau bunyi detaknya membosankan, tapi berulang kali aku lirik bentuk lingkarannya itu dan aku harus menerima ternyata jarumnya berjalan lambat, kelas ini baru berjalan 5 menit. Aku kembali memainkan pulpenku, mengadunya dengan meja, memasuki pelamunanku. Hingga tiba-tiba bunyi pintu kelas terbuka rusuh, memecahkan lamunanku. Berdiri didepan sana sesosok laki-laki yang terengah mengejar waktu, lalu memohon maaf atas keterlambatannya. Aku terpatung melihat sosoknya, senyumnya yang kearahku menyihirku menjadi patung, jiwaku melayang. Aku tersipu layaknya gadis kecil yang diberikan permen lolipop. Selalu dia duduk tepat dibelakangku, tak kuasa aku menahan rona yang mulai memerah di pipi ini, apalagi ketika mendengar suara seraknya menegurku, bertanya tentang materi hari itu. Selayaknya remaja seumuranku, duduk berkelompok adalah ciri...

gama

seandainya hidup seperti sinar alpha, yang lurus terarah dah konsisten seandainya hidup seperti sinar betha, yang memantul naik turun dan juga konsisten. tapi jika hidup seperti sinar gama, yang hancur berantakan dan kacau tanpa prinsip. aku mencoba menghidupi kehidupanku, aku memaksa agar untuk terus hidup, aku harus mencoba untuk menerima hidupku, katanya otak dan hatiku sedang tidak sinkron saat ini otak ku bekerja, sesuai sistemnya : mengajakku berpikir, menyelesaikan pekerjaanku, mengenalkanku kepada tanggung jawab aku mengerjakan semuanya, bangun tidur - kuliah - tugas akhir - bersosialisai - pulang - tidur lagi dan begitu seterusnya. hari demi hari berjalan, aku mencoba mengabaikan hatiku hatiku yang sedang gama hatiku yang sedang kosong hatiku yang sedang... (entah apa lagi sebutannya) menangispun aku tidak bisa, padahal otakku memintaku menangis saat aku tertawa pun, hatiku tidak tertawa gama.. aku sepenuhnya kacau! aku tidak bisa ...

kembali terarah

mulai sayup-sayup kudengar tangisan bayi anak tetanggaku melengking nyaring, aku terbangun namun masih terapung. aku seperti orang yang baru tercandu obat. beberapa waktu kemudian, aku baru sadar bawah kemarin itu telah berlalu, lalu hari ini? (harus kemana aku sekarang?) detak jam yang kian membosankan, memaksaku melirik ke telepon genggamku, mengecek kabar dunia, dan hei ada bunyi tanda pesan masuk. hmm ternyata itu dari kakak ku, dia mengajakku bertemu hari ini, memintaku bertukar pikiran dengannya. dia menanyakan kabar ku, memancingku dengan pengalamannya, menunggu responku sambil berharap aku bercerita ada apa denganku. tapi aku hanya tetap diam dan tersenyum seadanya. sekali lagi dia mencoba memancingku dengan berkata " besok saya mau ke surabaya, ceritanya saya ketemu kamu hari ini mau pamit. " tersentak  aku mendengarnya, keheningan yang tiba-tiba melanda pikiran dan sekelilingku kemana aku selama ini? asik dengan ego ku dan  ternyata banyak yang dengan s...

Tersesat

4 hari kebalakang ini adalah hari dimana aku tidak mengerti siapa aku, hari dimana aku tidak mengerti kemana tujuanku disetiap harinya, aku berjalan menulusuri liku kehidupan, dimana setiap liku aku berhadapan dengan tembok penghalang yang sangat besar dan kokoh. aku selalu menghidar mencari jalan lain, namun tembok itu seperti fatamorgana dalam perjalanan ku.selalu ada dan selalu ada. akuhanya selalu menghindar dan selalu menghidar. sampai dimana aku tiba dititik jenuh. aku lelah dengan semua perjalanan ini. setiap harinya aku hanya duduk termangu lalu pada akhirnya mataku terpejam memaksaku bertemu dengan hari lain, dan aku masih dengan kondisi yang sama. ironis. sesekali aku mencoba keluar dari kondisi ini, mencari situasi baru, mencari cahaya baru untuk menuntunku jalan dan mengembalikan kekuatanku yang hampir habis terkuras. ya mungkin aku butuh 'senang-senang'. pada detik itu aku meninggalkan tuhan, aku asik dengan diriku sendiri, membiarkan para setan berbisik h...