Tubuhku bergoyang mengikuti detaknya,
Kali ini bukan detak jantung,
Tetapi alunan nada yang berdetak,
Lalu berdentum membawa raga ini entah kemana.
Aku menikmatinya, memejamkan mata sesekali sambil bergoyang.
Mengangkat tangan, meminum minuman yang terasa pahit dilidah, dan panas ditenggorokkan,
Lalu ku hapus pergi bersama asap dari batangan yang aku bakar.
Aku bahagia walau sesaat.
Aku merayakan hari sialku,
Bukan untuk lari ataupun melupakan.
Aku hanya terjebak pada kotak labirin kehidupan,
Aku hanya bingung dan lelah.
****
Mataku menyipit,
masih terasa pusing dan melayang. irama detakannya masih terngiang.
AH! ternyata aku terbangun pada waktu lain, hari baru,
dan si masalah masih menungguku untuk diselesaikan.
Sial! aku tau semalam itu bukan surga,
Lalu apa surga itu? Harus hidup dengan masalahkah?
Atau syarat masuk surga harus melewati banyak masalah dulu?
Kali ini bukan detak jantung,
Tetapi alunan nada yang berdetak,
Lalu berdentum membawa raga ini entah kemana.
Aku menikmatinya, memejamkan mata sesekali sambil bergoyang.
Mengangkat tangan, meminum minuman yang terasa pahit dilidah, dan panas ditenggorokkan,
Lalu ku hapus pergi bersama asap dari batangan yang aku bakar.
Aku bahagia walau sesaat.
Aku merayakan hari sialku,
Bukan untuk lari ataupun melupakan.
Aku hanya terjebak pada kotak labirin kehidupan,
Aku hanya bingung dan lelah.
****
Mataku menyipit,
masih terasa pusing dan melayang. irama detakannya masih terngiang.
AH! ternyata aku terbangun pada waktu lain, hari baru,
dan si masalah masih menungguku untuk diselesaikan.
Sial! aku tau semalam itu bukan surga,
Lalu apa surga itu? Harus hidup dengan masalahkah?
Atau syarat masuk surga harus melewati banyak masalah dulu?
Comments