Kau tidak lah lagi sahabat ku seperti di kala pagi itu. Kau rangkul aku Kau berikan perhatian terbaikmu Kau jadikan aku sahabat terbaikmu Jika malam terik itu telah datang Dikala itu Aku seperti upik abu dan kau abu nya Dikala malam itu orang lain istirahat, mengembalikan jiwanya yang kacau. Tapi kau ajak aku untuk terus terjaga walau selarut apapun dan walau matahari tak kunjung mucul sekalipun. Lalu kau berbisik hangat di telinga kanan ku " wahai wanita kesatria, kuatkan dirimu, siapkan dirimu, karena kita aka sambut matahari yang sejuk setelah malam yang terik ini."