setiap pukul 5 sore aku bergegas ke stasiun kereta palmerah agar bisa naik tujuan BSD pukul 18.10. keramaian yang membosankan selalu berubah ketika ada keramaian lain, sekolompok waria turun dari kereta, mereka terlalu mencolok untuk tidak dilihat. dengan gagah namun anggun, rambutnya coklat, bulu matanya lentik, bibirnya tipis, dan hidungnya mancung. sempurna. walau tangan kakinya berotot. dia selalu terdepan dibanding yang lainnya. mungkin dia 2 tahun lebih tua dariku yg berusia 20 tahun. dengan kegenitan komponinya dalam bercakap, mereka memanggilnya cindy. aku seperti bersahabat dengannya dalam pikiranku. bertanya-tanya tentangnya, lalu tertawa bersama. ketika sadar dari pelamunanku, seorang pria bibir tipis mata elang, mengenalkan dirinya. dia bernama : ciko.
membaca tulisan orang membaca komentar orang memberikan saya banyak makna akhirnya timbul gejolak-gejolak dalam hati dan butuh tempat untuk menuangkan semuanya tidak peduli apa kata orang karena saya hanya ingin menulis
Comments