Saat itu aku adalah seorang siswa SMA di salah satu sekolah swasta di Bandung. Banyak orang bertanya "kenapa ambil SMA di bandung?", hanya dengan senyuman aku menjawab pertanyaan mereka. 3 tahun aku harus pisah dengan orang tua, dan kedua adikku di jakarta. hidup mandiri di bandung, menjadi anak kosan.
Sangat kunikmati setiap harinya aku berada disana, sampai akhirnya aku menemukan kenyamanan disana. Mulai akhir kelas 3, aku sudah mulai jarang pulang ke jakarta mengunjungi keluargaku disana. Selain aku harus mulai fokus dengan ujian akhir, aku ingin menghabiskan waktu ku di bandung, karena aku tau pasti aku akan jarang kebandung jika aku kuliah nanti.
Sampai akhirnya setelah beberapa minggu ujian akhir nasional selesai, ibu memintaku pulang. Aku bilang padanya, aku akan pulang hari jum'at malam. Rencananya ketika aku pulang nanti aku ingin membicarakan hari perpisahan ku nanti. Aku ingin ibu yang memoles wajahku di hari itu. Pada hari kamisnya ibu mengirim pesan singkat, katanya "ibu hari senin kemarin pulang cepet dari kantor, pala ibu pusing berat". Sempat panik sesaat, lalu aku balas pesannya dan akhirnya kami melanjutkan melalui telpon, ternyata ibu keracunan makanan dan beliau bilang ia janji akan menungguku sampe aku tiba dirumah hari jum'at itu.
Jum'at pagi, ketika aku masih terlelap, hp ku berdering, ternyata ada telepon dari temanku yang mengajak pulang ke jakarta pagi itu juga. Aku heran sebenernya karena aku sudah deal dengannya untuk pulang ke jakarta jumat malam. Dengan hati bingung aku bersiap, dan kami pun berangkat.
Sesampainya di jakarta, tiba-tiba ada mobil tanteku menjemput. Dia mengajakku pulang dengannya, tapi dia meminta untuk pergi ke rumah sakit sebentar, menjenguk teman katanya. Hampir tiba dirumah sakit tersebut, tante baru cerita bahwa sebenernya yang dirumah sakit adalah ibu.
Kosong pikiranku, sms-sms agar aku sabar mulai berdatangan Aku bingung. Semuanya aneh.
Tiba di ruang ICU, aku melihat sesosok wanita terkujur lemah, banyak selang ditubuhnya, wanita itu hanya tidur tak berdaya dan tidak sadarkan diri. Wanita itulah ibuku, beliau menepati janjinya, ibuku menunggu ku pulang. beliau tetap berusaha bertahan sampai aku pulang. hingga besoknya dokter memutuskan bahwa ibu tidak bisa diselamatkan lagi.
Kacau, hancur, pecah perasaanku saat itu, rencanaku dengan ibuku tinggal harapan. Aku menyesal, dan merasa menjadi manusia paling bodoh. Aku tidak sempat melihat bagaimana dia tersenyum padaku. Belum sempat aku merasakan peluk hangat darinya. Belum sempat aku melihatnya tersenyum bangga atas kelulusanku nanti. AH! menyesalnya aku Tuhan...
-----------------------------------------------------------------mulai saat itu aku berusaha belajar untuk memikirkan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi dan menjadi manusia terbaik untuk ibuku disana. i love you mom.
Comments
can't tell anything...
ur so beautiful darling..