ketika saya nonton salah satu acara talkshow malami ini, yang kebetulan bintang tamunya adalah dick doang, dia berkata disana "hidup itu keras,bahkan air pun merasakan kerasnya hidup ini"
tapi kapan ya kita sadar bahwa hidup ini keras?
dulu ketika saya masih kecil, jika saya menginginkan sesuatu, sesuatu itu harus diwujudkan, jika tidak saya menangis,ya walaupun tidak semuanya bisa terwujudkan dengan tangisan, tapi ya begitulah anak kecil. jika menjadi anak kecil, kita tidak akan pernah bisa mengambil keputusan, segalanya masih diawasi, itu gk boleh, ini bahaya, terlalu banyak peringatan.
tapi saya terus tumbuh, hingga saya mengenal tugas sekolah. saya terus tumbuh, hingga saya mengenal persahabatan. dan saya terus tumbuh, hingga saya mengenal cinta.
orang bilang masa masa seorang manusia mengenal sesuatu adalah masa masa labil. mungkin dulu saya labil, tapi sekarang saya bisa menilai juga manusia yang sedang labil.
di masa ini, saya mulai belajar mengambil keputusan, mulai belajar mengolah masalah, mulai belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mulai mengenal emosi mulai mengenal hidup bahwa hidup ini keras.
di masa ini, saya mulai diajarkan memikirkan orang lain, jika dulu saya memikirkan diri saya sendiri, mulai masa ini saya harus belajar memikirkan orang lain, karena apa yang saya lakukan sekarang adalah apa yang akan dirasakan untuk anak, cucu saya nanti.
tidak jarang orang orang disekitar kita bisa kena imbas atas kelabilan kita, tiba tiba bisa membentak orang tua, tiba tiba bisa berantem sama adik, tiba tiba males ngapa ngapain, ngomong jadi sembarangan, bisa nangis sendiri, bisa senyum senyum sendiri, bisa juga mereka merasakan kebahagiaan kita, dan itulah proses. labil itu pun sebuah proses, saya bisa menjadi seperti diri saya yang sekarang karena saya pernah melalui proses labil, kamu menjadi seperti kamu yang sekarang karena kamu pun mengalami proses labil. ketika kita dihadapkan oleh sebuah persoalan, dimana kita harus mengambil keputusan maka itulah kita yang sekarang. keputusan itu hanya ada dua, keputusan yang benar dan keputusan yang salah, jangan pernah menyesal dengan keputusan yang diambil, jika sudah dijalur yang benar jalani dengan benar, karena jalur yang benar jika dijalani dengan salah, hasilnya pun akan salah dan segeralah kembali ke jalur yang benar jika berada di jalur yang salah. jadi berlabil labil kita heii para remaja, tapi jadikan labil itu pembangun hidup kita, karena ya hidup itu keras!!
tapi kapan ya kita sadar bahwa hidup ini keras?
dulu ketika saya masih kecil, jika saya menginginkan sesuatu, sesuatu itu harus diwujudkan, jika tidak saya menangis,ya walaupun tidak semuanya bisa terwujudkan dengan tangisan, tapi ya begitulah anak kecil. jika menjadi anak kecil, kita tidak akan pernah bisa mengambil keputusan, segalanya masih diawasi, itu gk boleh, ini bahaya, terlalu banyak peringatan.
tapi saya terus tumbuh, hingga saya mengenal tugas sekolah. saya terus tumbuh, hingga saya mengenal persahabatan. dan saya terus tumbuh, hingga saya mengenal cinta.
orang bilang masa masa seorang manusia mengenal sesuatu adalah masa masa labil. mungkin dulu saya labil, tapi sekarang saya bisa menilai juga manusia yang sedang labil.
di masa ini, saya mulai belajar mengambil keputusan, mulai belajar mengolah masalah, mulai belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mulai mengenal emosi mulai mengenal hidup bahwa hidup ini keras.
di masa ini, saya mulai diajarkan memikirkan orang lain, jika dulu saya memikirkan diri saya sendiri, mulai masa ini saya harus belajar memikirkan orang lain, karena apa yang saya lakukan sekarang adalah apa yang akan dirasakan untuk anak, cucu saya nanti.
tidak jarang orang orang disekitar kita bisa kena imbas atas kelabilan kita, tiba tiba bisa membentak orang tua, tiba tiba bisa berantem sama adik, tiba tiba males ngapa ngapain, ngomong jadi sembarangan, bisa nangis sendiri, bisa senyum senyum sendiri, bisa juga mereka merasakan kebahagiaan kita, dan itulah proses. labil itu pun sebuah proses, saya bisa menjadi seperti diri saya yang sekarang karena saya pernah melalui proses labil, kamu menjadi seperti kamu yang sekarang karena kamu pun mengalami proses labil. ketika kita dihadapkan oleh sebuah persoalan, dimana kita harus mengambil keputusan maka itulah kita yang sekarang. keputusan itu hanya ada dua, keputusan yang benar dan keputusan yang salah, jangan pernah menyesal dengan keputusan yang diambil, jika sudah dijalur yang benar jalani dengan benar, karena jalur yang benar jika dijalani dengan salah, hasilnya pun akan salah dan segeralah kembali ke jalur yang benar jika berada di jalur yang salah. jadi berlabil labil kita heii para remaja, tapi jadikan labil itu pembangun hidup kita, karena ya hidup itu keras!!
Comments