Tuhan menciptakan semesta dengan seluruh keindahannya, berpadu menjadi simponi warna yang penuh makna. Tawa dan tangis kami pun berbaur, membuat semuanya semakin hidup. Tapi kali ini bukan soal duka, namun soal perayaan - bersyukur - bahagia.
Holi Hai Festival, sebuah perayaan besar dari saudara kita umat Hindu. Holi Hai sendiri perayaan tentang rasa syukur menyambut musim panas di akhir musim dingin. Perayaan ini diadakan bulan Februari / Maret dibawah sinar purnama atau biasanya mereka menyebut Phalguna Purnima (Full Moon). Mengikuti jejak zaman, Holi Hai seperti menjadi inspirasi dunia sebagai simbol kebahagiaan, makanya ada kata Festival dibelakangnya. Untuk istilah modernya, disebut juga Festival of Colours.
Kenapa sebagai simbol kebahagiaan? Bagi saya perayaan ini mengajarkan tentang kebahagiaan yang bisa dirasakan bersama sebagai tali persaudaraan antar manusia. Tanpa melihat golongan manapun, semua orang diajak untuk bisa menikmati perayaan ini. Mulai dari sinar matahari tepat menyinari di tengah garis lintasannya hingga purnama dengan keagungan sinarnya. JIEXPO Kemayoran, menjadi saksi tawa bahagia semua yang hadir di perayaan ini. Ribuan serbuk warna-warni melayang sana-sini ke arah semua orang di tengah pancuran air yang disediakan. Dendangan musik dari india hingga modern pun menemani kaki dan seluruh anggota badan kami untuk menari, membetuk barisan, menyamakan gerakan, berputar dan membuat gaduh. Serbuk warna-warni pun kembali dilayangkan.
Menjelang malam, kemayoran semakin ramai. Perayaan mendekati puncaknya. puluhan kembang api mengudara, menyilaukan langit malam. Sebagian berburu makanan khas india, rasa makanan yang dominan dengan santan, cengkeh, cabe dan sejenisnya. Saat itu saya merasa seperti di India, dengan ribuan orang india mengelilingi, logat khas mereka dan goyangan pala mereka saat bicara.
Saya benar-benar merasakan kedamaian disini, kedamaian antar umat manusia yang menghargai satu sama lain, bahagia dalam rasa syukur bersama yang menuliskan sejarah tawa dan warna di bumi manusia ini. Tidak ada agama atau RAS yang menjadi dinding pembatas, semuanya menyatu tanpa perbedaan setitik pun. Kedamaian dari perbedaan yang Tuhan inginkan.
Comments