Dalam film my name is khan ada kutipan kalimat yang saya ambil
" Dalam dunia ini hanya ada dua jenis manusia, manusia baik dan manusia nakal "
Jika saya membiarkan diri saya tenggelam dalam pelamunan saya, saya selalu berfikir tentang keanehan dunia ini, betapa Ia meciptakan segala sesuatunya berpasang pasanga, begitu Ia mennciptakan segala sesuatunya sangat seimbang.
Pernahkah kamu beerpikir betapa suramnya dunia ini jika seluruh dunia berpikir sama dengan kamu?
Ketika kita sedih (galau), tidak jarang kita berpikir "kenapa sih dia gk ngertiin gw?", bayangkan jika semua orang mendukung pikiran atau fikiran kamu, tidak kah kamu semakin galau?terkadang mereka yang tidak sejalan dengan fikiran kita tidak jarang menyebalkan (brengsek), tapi d situ saya belajar menjadi "dewasa".
Pilihan itu selalu ada d tangan kita, kita mau jadi manusia yang bagaimana, semuanya kita yang pilih.
Taukah kamu, apa hal yang paling susah saya jalani dalam hidup ini?
Menahan ego, mengendalikan ego adalah hal yang paling susah untuk saya, bagaimana kita bisa menahan dan mengendalikannya lalu mengembalikannya sesuai teori. Menjadi manusia sesuai teori itu sulit, sangat sulit, tidak jarang saya mengebawahi teori d atas ego saya.
Tidak jarang saya selalu memberi warning terhadap diri saya :
" hati hati jika kamu sudah merasa benar dan paling benar kamu bisa buta dengan kesalahan"
" Hati hati jika kamu bertahan dengan galau ( egomu), ucapkan selamat tinggal pada duniamu, karena kamu tidak akan pernah menciptakan perubahan "
Lalu bagaimana jika saya galau? Hmm saya sangat berterimakasih dengan galau, karena jika saya tidak galau, saya tidak akan pernah berusa menjadi manusia sesuai teori.
*saya terbangun dari pelamunan saya, tehanyut oleh pembicaraan galau malam ini. Galau itu asyik. Orang hebat bisa hebat karena mereka pernah galau. Selalu bersyukur karena saya merakan galau :) *
" Dalam dunia ini hanya ada dua jenis manusia, manusia baik dan manusia nakal "
Jika saya membiarkan diri saya tenggelam dalam pelamunan saya, saya selalu berfikir tentang keanehan dunia ini, betapa Ia meciptakan segala sesuatunya berpasang pasanga, begitu Ia mennciptakan segala sesuatunya sangat seimbang.
Pernahkah kamu beerpikir betapa suramnya dunia ini jika seluruh dunia berpikir sama dengan kamu?
Ketika kita sedih (galau), tidak jarang kita berpikir "kenapa sih dia gk ngertiin gw?", bayangkan jika semua orang mendukung pikiran atau fikiran kamu, tidak kah kamu semakin galau?terkadang mereka yang tidak sejalan dengan fikiran kita tidak jarang menyebalkan (brengsek), tapi d situ saya belajar menjadi "dewasa".
Pilihan itu selalu ada d tangan kita, kita mau jadi manusia yang bagaimana, semuanya kita yang pilih.
Taukah kamu, apa hal yang paling susah saya jalani dalam hidup ini?
Menahan ego, mengendalikan ego adalah hal yang paling susah untuk saya, bagaimana kita bisa menahan dan mengendalikannya lalu mengembalikannya sesuai teori. Menjadi manusia sesuai teori itu sulit, sangat sulit, tidak jarang saya mengebawahi teori d atas ego saya.
Tidak jarang saya selalu memberi warning terhadap diri saya :
" hati hati jika kamu sudah merasa benar dan paling benar kamu bisa buta dengan kesalahan"
" Hati hati jika kamu bertahan dengan galau ( egomu), ucapkan selamat tinggal pada duniamu, karena kamu tidak akan pernah menciptakan perubahan "
Lalu bagaimana jika saya galau? Hmm saya sangat berterimakasih dengan galau, karena jika saya tidak galau, saya tidak akan pernah berusa menjadi manusia sesuai teori.
*saya terbangun dari pelamunan saya, tehanyut oleh pembicaraan galau malam ini. Galau itu asyik. Orang hebat bisa hebat karena mereka pernah galau. Selalu bersyukur karena saya merakan galau :) *
Comments