entah kapan saya memutuskan untuk meninggalkan kebersamaan saya dengan yang lain.
sekarang saya berdiri dengan yang lain, melihat "hutan hutan yang suram".
yang saya sadari hidup ini adalah pilihan.
apakah yang saya pilih selalu yang terbaik untuk saya?
awalnya, saya berpikir bisa menjalankan dua duanya tanpa ada yang ditinggalkan.
karena dulu ketika saya bersama mereka, mereka adalah kebahagiaan saya.
"gw sayang lo, love you..."begitu ucap mereka kepada saya.
saya juga menyangi merekan, maka dari itu ketika saya mempunyai kabar gembira untuk mereka, harus segera disampaikan kepada mereka agar mereka bahagia seperti apa yang saya rasakan.
ternyata rasa paham dan jalan yang saya miliki tidak dimiliki oleh mereka.
mereka mulai menjauh, bahkan yang belum diberi kabarpun menjauh.
akhirnya hanya topeng diantara kami.
mungkin saya salah meninggalkan mereka, tapi mereka bisa membuat saya bisa lebih "stress" daripada yang lain.
pikiran egois saya, ungkapan sayang yang mereka berikan hanya ungkapan biasa seperti tisu yang terbang ke kolam lalu lebur.
pikiran bijaksana saya, saya bukanlah sebuah tisu yang terbang ke kolam lalu lebur. saya adalah pohon yang kokoh, memiliki akar kuat, batang kuat, dan hasil yang berkualitas. saya ingin selalu menjadi penolong mereka. matahari bagi mereka
sekarang saya berdiri dengan yang lain, melihat "hutan hutan yang suram".
yang saya sadari hidup ini adalah pilihan.
apakah yang saya pilih selalu yang terbaik untuk saya?
awalnya, saya berpikir bisa menjalankan dua duanya tanpa ada yang ditinggalkan.
karena dulu ketika saya bersama mereka, mereka adalah kebahagiaan saya.
"gw sayang lo, love you..."begitu ucap mereka kepada saya.
saya juga menyangi merekan, maka dari itu ketika saya mempunyai kabar gembira untuk mereka, harus segera disampaikan kepada mereka agar mereka bahagia seperti apa yang saya rasakan.
ternyata rasa paham dan jalan yang saya miliki tidak dimiliki oleh mereka.
mereka mulai menjauh, bahkan yang belum diberi kabarpun menjauh.
akhirnya hanya topeng diantara kami.
mungkin saya salah meninggalkan mereka, tapi mereka bisa membuat saya bisa lebih "stress" daripada yang lain.
pikiran egois saya, ungkapan sayang yang mereka berikan hanya ungkapan biasa seperti tisu yang terbang ke kolam lalu lebur.
pikiran bijaksana saya, saya bukanlah sebuah tisu yang terbang ke kolam lalu lebur. saya adalah pohon yang kokoh, memiliki akar kuat, batang kuat, dan hasil yang berkualitas. saya ingin selalu menjadi penolong mereka. matahari bagi mereka
Comments
tanpa saya sadari sayapun merasa seperti kamu, merasa ditinggalkan,merasa seperti debu yang dibuang tertiup angin.
dan merasa tidak mengenal kamu sama sekali saat ini, karena saya lama - lama merasa jauh dengan kamu yang dahulu, dan saya juga merasakan bualan yang sama tentang perasaan sayang dari kamu.
dan saya sekarang merasa tidak pernah perduli lagi, karena saya lelah menunggu kabar kamu, lelah untuk berharap lebih menjadi seseorang yg dekat !
saya tahu banyak yang berfikir negatif tentang saya. karena saya sadar saya menulis, hal hal itu menjadi negatif karena meraka tidak mencari tahu, hanya mendengar lalu di lebih lebihkan. padahal saya baik baik saja. tapi saya rindu semuanya.