manusia,
berawal dari pecahnya sel telur oleh sel sperma, lalu berkembang menjadi segumpal darah, lalu menjadi janin, setelah itu terciptalah yang di sebut 'bayi'.
bayi yang suci, manusia yang suci.
lalu kenapa mereka menangis saat mereka terlahir di bumi?
bukankah harusnya mereka bergembira karena terlahir sebagi manusia yang masih (suci)?
lalu apa yang salah?
bumi, manusia, ada yang menciptakan. bahkan aturan pun diciptakan untuk menyempurnakannya. (menjadi tempat sempurna dan menjadi manusia sempurna).
lalu apa tujuannya di ciptakan semua itu?
seandainya setiap nafas, setiap kedipan mata, setiap pendengaran, setiap belaian tangan, setiap langkah, setiap ucapan, kita menyebut nama Nya, mengembalikan semua kepada Nya.
tapi apakah cukup hanya dengan menyebut namanya? perlukah Dia sebutan tanpa perbuatan?
ketika dirumah, kita hanya tidur, bermain dengan keluarga, duduk terpaku di layar kaca,mengerjakan tugas sebagai anak, lalu solat.
ketika disekolah, belajar, main, mengerjakan tugas sebagai pelajar atau mahasiswa, lalu solat
ketika di tempat main, main, bercanda, menghabiskan uang, mengerjakan tugas sebagai teman atau sahabat, lalu solat (jika ingat)
begitupun seterusnya.
dalam sehari berapa kali kita memikirkanNya,
dalam setiap detik, setiap jam, setiap hari, setiap tahun,seberapa sering kita memikirkanNya?
sekali lagi cukupkah sebutan tanpa perbuatan untuk Dia?
pernahkah kita mencoba membaca dan mencoba mengerti apa yang diturunkannya?
atau cukup tau apa yang sudah diajarkan sebelumnya tanpa harus dimengerti?
adakah yang menjamin?siapa?
lalu siapa kita?menjalankan saja yang ada atau mencari yang tidak ada?
pernahkah kita merasakan masih adanya kekurangan?saya iya.
hidup itu pilihan.
gelap atau terang, buruk atau baik,
pilihan terakhir neraka atau surga?
lalu siapa yang memutuskan? saya, diri sendiri, kita semua.
berawal dari pecahnya sel telur oleh sel sperma, lalu berkembang menjadi segumpal darah, lalu menjadi janin, setelah itu terciptalah yang di sebut 'bayi'.
bayi yang suci, manusia yang suci.
lalu kenapa mereka menangis saat mereka terlahir di bumi?
bukankah harusnya mereka bergembira karena terlahir sebagi manusia yang masih (suci)?
lalu apa yang salah?
bumi, manusia, ada yang menciptakan. bahkan aturan pun diciptakan untuk menyempurnakannya. (menjadi tempat sempurna dan menjadi manusia sempurna).
lalu apa tujuannya di ciptakan semua itu?
seandainya setiap nafas, setiap kedipan mata, setiap pendengaran, setiap belaian tangan, setiap langkah, setiap ucapan, kita menyebut nama Nya, mengembalikan semua kepada Nya.
tapi apakah cukup hanya dengan menyebut namanya? perlukah Dia sebutan tanpa perbuatan?
ketika dirumah, kita hanya tidur, bermain dengan keluarga, duduk terpaku di layar kaca,mengerjakan tugas sebagai anak, lalu solat.
ketika disekolah, belajar, main, mengerjakan tugas sebagai pelajar atau mahasiswa, lalu solat
ketika di tempat main, main, bercanda, menghabiskan uang, mengerjakan tugas sebagai teman atau sahabat, lalu solat (jika ingat)
begitupun seterusnya.
dalam sehari berapa kali kita memikirkanNya,
dalam setiap detik, setiap jam, setiap hari, setiap tahun,seberapa sering kita memikirkanNya?
sekali lagi cukupkah sebutan tanpa perbuatan untuk Dia?
pernahkah kita mencoba membaca dan mencoba mengerti apa yang diturunkannya?
atau cukup tau apa yang sudah diajarkan sebelumnya tanpa harus dimengerti?
adakah yang menjamin?siapa?
lalu siapa kita?menjalankan saja yang ada atau mencari yang tidak ada?
pernahkah kita merasakan masih adanya kekurangan?saya iya.
hidup itu pilihan.
gelap atau terang, buruk atau baik,
pilihan terakhir neraka atau surga?
lalu siapa yang memutuskan? saya, diri sendiri, kita semua.
Comments