Hai!
Aku Plastik.
Aku Plastik.
Semua orang mengenal dan membutuhkan Aku. Berawal
di abad 19 , orang-orang mulai
menggunakan aku dan menjadikan aku salah satu
kebutuhan untuk alat keseharian. Aku memiliki derajat kekristalan yang lebih
rendah daripada serat, dan Aku mudah meleleh jika terkena panas. Tapi sifat ku
yang elastis, ringan, dan murah membuat aku selalu menjadi pilihan pertama
dibanding teman-teman ku yang lain (si Logam, si Besi, si Kaca, si Kayu, dan
lain-lain).
Memasuki
abad 21, seiring dengan orang-orang yang bertambah dan semakin membutuhkan aku.
300 Juta ton setiap tahunnya aku diproduksi di seluruh dunia. 10 Miliyar setiap
minggunya, aku digunakan di seluruh dunia. Jumlahku semakin banyak, aku
menguasai dunia, padahal aku hanya sebuah Plastik.
Tapi aku
sedih. Banyak orang-orang yang selalu membutuhkan aku, seakan mereka tidak bisa
hidup tanpa aku. Namun, banyak juga orang-orang yang membenci aku, mencaci-maki
aku. Menuntut aku untuk tidak lagi digunakan. Kata mereka yang membenci aku,
butuh 1.000 tahun untuk aku agar bisa terurai di tanah. Aku membunuh 100.000
mamalia laut dan 1.000.000 burung laut setiap tahunnya. Haruskah aku merasa
bersalah?
Aku tidak
pernah meminta untuk menjadi penguasa dunia. Aku tidak pernah menuntut jumlah
ku diperbanyak setiap tahunnya. Aku tidak pernah memohon untuk membuang aku ke
laut setelah kalian gunakan. Aku hanya senang jika bisa membantu kalian. Aku
bisa sebagai tempat makan/minum, tempat belanjaan, sebagai kemasan atau apapun
yang membuat kalian senang menggunakan aku. Tapi aku hanya minta tolong,
gunakan aku sebaik mungkin. Jadikan kehadiran aku yang bermanfaat untuk kalian,
juga dirasakan oleh seluruh penghuni semesta ini.
“Semakin
Kau Campakkan, Semakin Kau Butuhkan- Plastik”
Comments