Skip to main content

Rest Area Kehidupan


Kata orang bahagia itu hanya sesaat. Katanya lagi sebagian besar dalam hidup ini adalah derita. Teori kehidupan tentang "bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian" telah merangkum derita dan bahagia itu sendiri. Bahwa mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menerima bahwa derita dan bahagia itu saudara walau beda makna. Seperti kejahatan dan kebaikan, Besar dan Kecil, Terang dan Gelap, dan sebagainya. Saya baru sadar, bahwa Tuhan juga yang menciptakan itu semua agar manusia bisa memilih.

Ketika kenangan yang mungkin dulunya penuh dengan derita dan perjuangan, menjadi kebahagiaan tersendiri ketika semua itu diangkat kembali bersama orang-orang yang terlibat didalamnya. Hanya sebuah tawa puas yang menghiasi obrolan-obrolan lama itu. Kembali mengantarkan kami pada era putih abu-abu. Celetukan-celetukan seperti "Jadi urang kudu balik deui kitu ka SMA" atau "Yuk ah balik lagi ke SMA aja lah".

Satu moment untuk kembali berkumpul, sejenak berhenti di rest area kehidupan, sejak sekitar 4 tahun lalu kami berpisah dipersimpangan jalan. Persimpangan jalan untuk melanjutkan jalan masing-masing menuju yang disebut itu cita-cita atau masa depan. Cerita-cerita tentang perjalanan masing-masing hanya menjadi bumbu dalam moment tersebut. Tapi selalu yang menjadi inti obrolan saat berhenti sejenak adalah masa kami semua saat bersama. Waktu pun tidak jadi penghalang kami untuk tetap  tertawa.

Masa bersama mereka yang selalu saya rindukan. Bertukar cerita tentang pengalaman, pekerjaan, keluh kesah kuliah dan hal-hal lainnya. Tanpa malu, foto-foto bersama menjadi bingkai pada moment itu. Sesaat, saya sedih, saya mengeluh, ketika satu persatu mulai pamit untuk pulang. Walau ada beberapa yang tetap tinggal, mereka yang mengabulkan keluhan saya. Dan tawa-tawa itu pun berlanjut. Saat-saat itu adalah kebahagian saya, bersama mereka, mendengar cerita mereka, hanya mereka dan saya.

Waktu semakin larut, obrolan dan tawa itu akhirnya harus selesai. Saatnya untuk melanjutkan hidup, akhirnya kami kembali menuju jalan kami masing-masing. Kebahagiaan sesaat karena waktu yang membuat itu sesaat. Bahagia itu sederhana, sangat sederhana. Bahagia itu terbatas tidak sebebas ekspresi. Bahagia itu sesaat, tapi biarlah saya menikmati sesaatnya. Kami kembali berpisah dipersimpangan jalan, baik-baik di jalan teman-teman. Nantikan kembali ketika perjalan itu kembali membuat kita berkumpul di rest area kehidupan selanjutnya. Kembali bersama merangkai kebahagiaan.


Comments

Popular posts from this blog

hanya ingin menulis

membaca tulisan orang membaca komentar orang memberikan saya banyak makna akhirnya timbul gejolak-gejolak dalam hati dan butuh tempat untuk menuangkan semuanya tidak peduli apa kata orang karena saya hanya ingin menulis

SAYANGI TUBUH, LEWAT KULIT YANG SEHAT

Hadir di talkshow NIVEA hari Jumat lalu, banyak hal baru yang cukup menampar saya sebagai pribadi yang selama ini menganggap remeh sinar matahari dan kesehatan kulit sendiri. Saya ini termasuk tipe yang sangat cuek untuk menggunakan tabir surya setiap harinya, walaupun harus beraktivitas diluar ruangan . Padahal menggunakan tabir surya tetap penting digunakan untuk aktivitas di dalam ataupun di luar ruangan. Matahari adalah sumber daya alam paling  penting untuk tubuh kita. Kenapa? Selain vitamin D, sinar matahari membantu menstimulasi sistem kekebalan tubuh, memperkuat pernapasan, melancarkan aliran darah dan sirkulasi metabolisme tubuh kita. Tapi ternyata, jika tidak diimbangi dengan perlindungan kulit, sinar matahari bisa berdampak negatif. Kulit sebagai lapisan pertama di tubuh yang menerima sinar matahari langsung, perlu perlindungan tambahan agar tidak merusakan jaringan kulit yang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Semakin kita cuek untuk merawat kesehat...

saint loco-santai saja

Mungkin kau kecewa Semua datang yang tak kau minta Namun ini semua kenyataan kita Waktu kita lelah dalam menjalani Semua macam kisah dalam hidup ini Kadang kita lemah hanya mampu untuk pasrah Saat kenyataan ga sejalan dengan harapan Saat keyakinan hilang dalam kepahitan Tetaplah tabah setidaknya kau mencoba Menjadi lebih baik dalam jalani hidup ini Janganlah resah tiada waktu menjawabnya Kau harus bersabar Semua indah pada waktunya Santai saja kawan Ikuti kata hati biarkan sedihmu berlalu Kau pasti bisa Menjadi suatu hari dengan pagi yang baru Tenang saja kawan Hadapilah semua Kau harus bersabar Semua indah pada waktunya Santai saja kawan Ikuti kata hati biarkan sedihmu berlalu Kau pasti bisa Menjadi suatu hari dengan pagi yang baru Tenang saja kawan Hadapilah semua