"dialah satu-satunya anak yang saya cium kepalanya dengan perasaan sedih campur bangga, karena tegar menghadapi kenyataan hidup saat itu, dan itu sangat membekas di hati saya. wajahnya yang polos, menyiratkan kepasrahan total pada Yang Maha Kuasa, meski dia tau masa depannya dia pertaruhkan dengan harus mengurangi sedikit kesenangan masa remajanya dengan mengasuh adik yang dicintainya... sy bnr2 terharu wkt itu, ra.. ketahuilah, ra saat itu saya mau melakukan apa pun untuk mengembalikan kebahagiaannya "
dari guru, orang tua yang luar biasa, yang saya banggakan.
*terima kasih pa dede, hanya air mata yang bisa saya keluarkan, tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut saya, seakan akan tiada kalimat sempurna lagi untuk membalasnya.
dari guru, orang tua yang luar biasa, yang saya banggakan.
*terima kasih pa dede, hanya air mata yang bisa saya keluarkan, tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut saya, seakan akan tiada kalimat sempurna lagi untuk membalasnya.
Comments