entah kenapa aku suka dibuat bingung oleh nilai, yang didalamnya angka yang merupakan skala seseorang dalam mengerjakan sesuatu.
terkadang aku senang ketika angka-angka tersenyum padaku, aku pun ikut tersenyum.
namun ketika angka angka itu mulai mengidari senyuman, aku mulai bingung, aku tidak ingin mereka terus menghindar dari senyuman,,apalagi jika mereka mulai menentukan kehidupanku, mulai mengatur mimpi mimpi ku.
cukup sering aku dikecewakan oleh mereka..
waktu aku masih sekolah menengah, di akhir tahun pelajaran, beberapa bulan sebelum UAN, sekolah bekerjasama dengan psikologi UI, berkenan membantu para murid untuk menghitung IQ masing masing, setelah bentuk persyaratan sudah di jalankan, dan tinggal menunggu hasil dari orang orang yang berniat mempelajari manusia.
tibalah wali kelas kami, membagikan hasil tes tersebut ke masing masing anak, sebelum beliau membagikan, beliau berkata "kepada 4 orang yang IQ nya masih di bawah rata rata mohon orang tua menghadap pada hari sabtu". tidak karuan pikiran ku saat itu, tapi aku selalu berpikir bahwa aku tidak mungkin termasuk bagian dari empat orang tersebut. setelah nama ku di sebutkan "ZAHRANI", aku mengambil amplop itu lalu kembali ke tempat duduk, memberanikan diri untuk membuka amplopnya pada saat itu juga. 96 angka yg tertera di situ. ya.. itulah IQ ku menurut mereka.
aku juga sering dikecewakan oleh nilai toefle ku,,bahkan kata seorang teman ku, angka 400 pun enggan menghampiri ku, berulang kali aku membacanya, mengambil makna dari kalimat itu. hasil toefle terakhir ku 373 itu kata mereka yang menilai ku. yang jelas kata orang yg bertoefle 550, toefle ku belum bisa dibawa ke LONDON.
itulah aku menurut mereka.
mungkin sekarang seluruh isi bumi manusia ini tertawa membaca tulisan ini.
kuharap bumi manusia dapat memandangku sebagaimana aku memandang diriku dan sebagaimana aku memandang bumi manusia.
terkadang aku senang ketika angka-angka tersenyum padaku, aku pun ikut tersenyum.
namun ketika angka angka itu mulai mengidari senyuman, aku mulai bingung, aku tidak ingin mereka terus menghindar dari senyuman,,apalagi jika mereka mulai menentukan kehidupanku, mulai mengatur mimpi mimpi ku.
cukup sering aku dikecewakan oleh mereka..
waktu aku masih sekolah menengah, di akhir tahun pelajaran, beberapa bulan sebelum UAN, sekolah bekerjasama dengan psikologi UI, berkenan membantu para murid untuk menghitung IQ masing masing, setelah bentuk persyaratan sudah di jalankan, dan tinggal menunggu hasil dari orang orang yang berniat mempelajari manusia.
tibalah wali kelas kami, membagikan hasil tes tersebut ke masing masing anak, sebelum beliau membagikan, beliau berkata "kepada 4 orang yang IQ nya masih di bawah rata rata mohon orang tua menghadap pada hari sabtu". tidak karuan pikiran ku saat itu, tapi aku selalu berpikir bahwa aku tidak mungkin termasuk bagian dari empat orang tersebut. setelah nama ku di sebutkan "ZAHRANI", aku mengambil amplop itu lalu kembali ke tempat duduk, memberanikan diri untuk membuka amplopnya pada saat itu juga. 96 angka yg tertera di situ. ya.. itulah IQ ku menurut mereka.
aku juga sering dikecewakan oleh nilai toefle ku,,bahkan kata seorang teman ku, angka 400 pun enggan menghampiri ku, berulang kali aku membacanya, mengambil makna dari kalimat itu. hasil toefle terakhir ku 373 itu kata mereka yang menilai ku. yang jelas kata orang yg bertoefle 550, toefle ku belum bisa dibawa ke LONDON.
itulah aku menurut mereka.
mungkin sekarang seluruh isi bumi manusia ini tertawa membaca tulisan ini.
kuharap bumi manusia dapat memandangku sebagaimana aku memandang diriku dan sebagaimana aku memandang bumi manusia.
Comments