hari kedua saya kuliah yang pada hari itu saya harus kuliah pagi,,yang menurut jadwal saya harus masuk kelas jam 7.20,,karena hari itu hari kedua saya kuliah dan menjadi hari pertama saya kuliah jadi saya masih takut jika saya datang ke kelas terlambat dan dapet kursi paling belakang sehingga saya mengendarai motor agak tergesa-gesa dan kurang hati-hati.
anyway, kenapa saya mengatakan hari kedua saya kuliah menjadi hari pertama saya,karena pada hari pertama saya kuliah,dosen yang ditunggu-tunggu tidak datang jua,,yang beberapa hari kemudian saya mengetahui kenapa dosen tersebut berhalangan hadir,,karena sang dosen tidak mendapatkan parkir di kampus,sehingga beliau memutuskan untuk tidak mengajar..
kembali ke pokok,,kebetulan saya berangkat ke kampus mengendarai motor,,dan seperti yang kalian tw keadaan normalnya jakarta kalau pagi-pagi itu sangat macet.
ketika saya hendak belok ke kanan,yang dimana sebagai driver yang baik saya sudah menyalakan sen kanan tiba-tiba dari arah belakang saya ada klakson berbunyi dan tidak lama setelah itu kendaraan tersebut (motor) menabrak motor saya,,alhamdulillahnya saya tida jatuh ataupun motor saya,dan si penabrak yang jatuh beserta motornya,,sebut saja si penabrak itu 'si A',,si A menegur saya "gimana sih klo jalan liat dnk?!"saya hanya bilang maaf kepada si A dan bilang kepadanya bahwa saya sudah menyalakan sen saya. ketika sudah agak beres,saya meninggalkan si A tapi dia tetap melototi saya.dalam perjalanan saya berpikir dan menganggap diri saya tidak salah karena saya sudah menyalakan sen namun di satu sisi saya berpikir mungkin saya salah karena kurang hati-hati. tapi belum tentu si A berfikir yang sama,mungkin dia menganggap dia yang benar tidak ada salah-salahnya sedikit pun.
dari kejadian itu saya birpikir dan menarik kesimpulan bahwa kebenaran itu abstrak diantara manusia,tidak ada yang paling benar diantara yang paling benar antar manusia,setiap manusia mempunyai sisi kebenaran sendiri,,bahkan yang salah pun bisa jadi benar,,mungkin itu gunanya peraturan dan hukum, gunanya sifat saling memaafkan,saling pengertian,dan saling mengalah dan memang yang MahaBenar itu hanya Dia bukan manusia itu sendiri.
anyway, kenapa saya mengatakan hari kedua saya kuliah menjadi hari pertama saya,karena pada hari pertama saya kuliah,dosen yang ditunggu-tunggu tidak datang jua,,yang beberapa hari kemudian saya mengetahui kenapa dosen tersebut berhalangan hadir,,karena sang dosen tidak mendapatkan parkir di kampus,sehingga beliau memutuskan untuk tidak mengajar..
kembali ke pokok,,kebetulan saya berangkat ke kampus mengendarai motor,,dan seperti yang kalian tw keadaan normalnya jakarta kalau pagi-pagi itu sangat macet.
ketika saya hendak belok ke kanan,yang dimana sebagai driver yang baik saya sudah menyalakan sen kanan tiba-tiba dari arah belakang saya ada klakson berbunyi dan tidak lama setelah itu kendaraan tersebut (motor) menabrak motor saya,,alhamdulillahnya saya tida jatuh ataupun motor saya,dan si penabrak yang jatuh beserta motornya,,sebut saja si penabrak itu 'si A',,si A menegur saya "gimana sih klo jalan liat dnk?!"saya hanya bilang maaf kepada si A dan bilang kepadanya bahwa saya sudah menyalakan sen saya. ketika sudah agak beres,saya meninggalkan si A tapi dia tetap melototi saya.dalam perjalanan saya berpikir dan menganggap diri saya tidak salah karena saya sudah menyalakan sen namun di satu sisi saya berpikir mungkin saya salah karena kurang hati-hati. tapi belum tentu si A berfikir yang sama,mungkin dia menganggap dia yang benar tidak ada salah-salahnya sedikit pun.
dari kejadian itu saya birpikir dan menarik kesimpulan bahwa kebenaran itu abstrak diantara manusia,tidak ada yang paling benar diantara yang paling benar antar manusia,setiap manusia mempunyai sisi kebenaran sendiri,,bahkan yang salah pun bisa jadi benar,,mungkin itu gunanya peraturan dan hukum, gunanya sifat saling memaafkan,saling pengertian,dan saling mengalah dan memang yang MahaBenar itu hanya Dia bukan manusia itu sendiri.
Comments
kebenaran humanis
kebenaran milik manusianya masing-masing
manusia benar diantara manusia-manusia yang benar sesuai prinsip mereka maisng-masing
pengajar sekarang seperti itu ya...
hanya g dapat lahan parkir, absen sebagai pengajar..
ya... kata lw n tito...
kebenaran yang humanis...
siapa yang salah, siapa yang benar,, membosankan...
kebenaran humaniss,,mungkin itu kenapa ada sosok orang tua,sahabat,teman,dll,,untuk melihat kebenaran yg lain di diri masing2