ketika seorang manusia suci lahir ke dunia ini
dia menangis,menjerit
namun kelahirannya membahagiakan orang banyak
tanpa ada yang tahu arti tangisannya tersebut
lalu dia dibesarkan oleh sepasang kasih
yang memberinya kasih sayang
semua yang diinginkannya dapat dimilikinya pada masa itu
belum mengenal tanggung jawab
tidak peduli apa yang di kerjakan
sang manusia itu tumbuh besar
dan kehidupan mengajakarkan tanggung jawab
dia mulai mengenal masalah
bermula dari pengenalan masalah kecil
seperti mulai mandi sendiri,
mamakai sepatu sendiri,
dan hal-hal yang dikerjakan menggunakan tubuhnya sendiri
lama-kelamaan manusia itu mulai berani mengambil keputusan
keputusan yang mungkin dapat disesali pada akhirnya, tapi bisa juga tidak
aku sekarang sedang pada masa-masa itu
mengenal banyak pilihan
mencoba mengambil keputusan
di berikan tanggung jawab
mempunyai banyak masalah
yang akhirnya menjadi beban fikiran dalam diriku
aku terkadang mejerit,jeritan orang yang butuh pertolangan
aku terkadang menangis, tangisan orang yang menyesal
bila aku sudah menjadi batas optimal
namun kata orang orang itu proses yang disebut kedewasaan
banyak masalah yang tidak harus dijadikan beban
banyak penyesalan yang seharusnya tidak disesali
banyak kegagalan yang di jadikan kegagalan
banyak pertanyaan yang seharusnya dapat di jawab dengan mudah
sekali lagi, semua yang dialami adalah proses kedewasaan
tapi apakah kehidupan yang membentuk kepribadianku
atau aku yang membentuk kehidupanku??
masih pantaskah aku mengeluh atas semua ini
dia menangis,menjerit
namun kelahirannya membahagiakan orang banyak
tanpa ada yang tahu arti tangisannya tersebut
lalu dia dibesarkan oleh sepasang kasih
yang memberinya kasih sayang
semua yang diinginkannya dapat dimilikinya pada masa itu
belum mengenal tanggung jawab
tidak peduli apa yang di kerjakan
sang manusia itu tumbuh besar
dan kehidupan mengajakarkan tanggung jawab
dia mulai mengenal masalah
bermula dari pengenalan masalah kecil
seperti mulai mandi sendiri,
mamakai sepatu sendiri,
dan hal-hal yang dikerjakan menggunakan tubuhnya sendiri
lama-kelamaan manusia itu mulai berani mengambil keputusan
keputusan yang mungkin dapat disesali pada akhirnya, tapi bisa juga tidak
aku sekarang sedang pada masa-masa itu
mengenal banyak pilihan
mencoba mengambil keputusan
di berikan tanggung jawab
mempunyai banyak masalah
yang akhirnya menjadi beban fikiran dalam diriku
aku terkadang mejerit,jeritan orang yang butuh pertolangan
aku terkadang menangis, tangisan orang yang menyesal
bila aku sudah menjadi batas optimal
namun kata orang orang itu proses yang disebut kedewasaan
banyak masalah yang tidak harus dijadikan beban
banyak penyesalan yang seharusnya tidak disesali
banyak kegagalan yang di jadikan kegagalan
banyak pertanyaan yang seharusnya dapat di jawab dengan mudah
sekali lagi, semua yang dialami adalah proses kedewasaan
tapi apakah kehidupan yang membentuk kepribadianku
atau aku yang membentuk kehidupanku??
masih pantaskah aku mengeluh atas semua ini
Comments
namun kadang aku tidak ingin menemuinya
ingin kembali ke masa kecil
aku takut dengan perpisahan
gw setuju sekali!.
satu kata aja, kalo buat yang ini namanya : lumrah.